Skip to main content

Posts

EXTRA JOSS: INKONSISTENSI DAN PENISTAAN TERHADAP LAKI

Extra Joss pernah menjadi jawara minuman energi serbuk se-Indonesia. Ya, pernah, sebelum akhirnya Kuku Bima Ener-G diluncurkan 2004 silam dan merebut tahta enam tahun lalu. Sejak itu genderang perang tak pernah berhenti ditabuh oleh kedua kubu.

Bila Extra Joss dikenal dengan warna kuning dan rasa asam khasnya, sedangkan Kuku Bima melawan dengan berbagai varian rasa buah seperti anggur, mangga, jeruk, serta kopi. Awalnya Extra Joss menggebrak pasar pada tahun 1996, meruntuhkan anggapan minuman energi yang lekat dengan botol kaca berbandrol mahal dengan ekstrak berbentuk bubuk. “Buat apa beli botolnya, ini biangnya!”, kata iklan kala itu. Melalui budget nyaris tak terbatas dan aktivitas marketing tepat sasaran, Extra Joss merajai pasar lebih dari sepuluh tahun lamanya.

Namun kejayaan tersebut tak berlangsung abadi. Kuku Bima Ener-G, merek yang sebenarnya sudah ada sejak lama terkenal sebagai “obat kuat” ini, dimodifikasi dan dikemas ulang sebagai penantang Extra Joss. Penjualan yang han…
Recent posts

Terima kasih telah membuat saya menulis, GMB!

Hari ini saya ditagih oleh rekan saya yang kerja di United Nation, sekaligus relawan di sebuah gerakan bernama "Gerakan Indonesia Berbagi" (GMB). Berikut isi pesannya:


Lagi mumet kerjaan, ah! oke fine, gue isi deh! Lihat formnya cukup banyak dan menantang untuk diisi, saya pikir ini selingan yang bagus untuk jeda dari rutinitas pekerjaan.

Eh..setelah diisi, gue jadi mikir untuk menuliskan ini di blog. Rasanya pertanyaan-pertanyaan ini membantu gue kenal dan paham siapa saya hari ini dibentuk dari berbagai kilasan-kilasan masa lalu. So check this out!

* * *

Tuliskan alasan dan motivasi Anda mengikuti program YA YLF GMB 2016 (Maks. 300 kata)* Saya mengenal GMB dan kegiatan YA YLF ini melalui teman saya bernama Dinda Veska. Ia bercerita bagaimana GMB mampu mengubah hidup pesertanya melalui nilai-nilai kemajuan, diversitas serta kesukarelawanan yang diejawantahkan dalam niat berbagi dan saling memahami.
Mengapa saya termotivasi mengikuti kegiatan ini?
Pertama, karena saya sangat su…

Willie Brothers: Affordable yet Luxurious Family Steakhouse at Pesanggrahan, Meruya, Jakarta Barat

Gue ngebayangin, kalo gue punya istri dan anak. Sebulan setidaknya kita akan keluar bareng untuk makan di tempat baru. Yeah, since hobinya emang makan jadi hal itu jadi sebuah keniscayaan yang bisa gw bayangin hari ini.

Pertanyaan sederhana nan sulit luar biasa:
"Makan dimana ya?"

Kalo pacaran dan cuma berdua, jelas gampang jawabnya. Pecel lele pinggir jalan, sky dining, sampai coffee shop nggak masalah buat berdua nongkrong sampai malem.

Lah kalo punya anak?

Kalo anak lo umurnya belum ada setahun, ribet banget bawa ke tempat aneh-aneh.

Kalo anak lo udah mulai bisa pecicilan, bisa dipastikan dia akan lompat-lompat dari satu meja ke meja lain.

Kalo anak lo udah mulai remaja, mulai deh dia minta cobain sana sini.

Kalo udah mulai gede, makin jarang ketemu, kita perlu tempat yang lebih enak buat ngobrol, sharing, cerita kemana2 sebelum dia larut dalam dunianya kembali

Ribet ya?

Nah. Gue kebetulan lagi involve dalam pengelolaan sebuah restoran keluarga di daerah pesanggrahan, mer…

Get Out of the Model!

Pernah ke hypermart ITC Depok? Kalau belum, cobalah. Naik ke lantai 2, lalu naik eskalator dalam hypermart. Anda akan menemukan keadaan seperti ini di eskalatornya.


Sekilas nampak berantakan. Tapi coba lihat lebih dekat




What? Chiki? Iya. Cemilan dalam kemasan (entah namanya apa). Ratusan hingga ribuan snack ditumpahkan ditengah, kiri dan kanan eskalator yang sedang berjalan. Terlihat mereka yang menggunakan eskalator excited dan mulai menyentuh berbagai merek sepanjang perjalanan. Sebagian terlihat mengambil dan langsung memakannya. 


Menurut saya ini cerdas. Sangat cerdas. Low-cost innovation untuk meningkatkan customer experience yang tepat guna. Hypermart berhasil mempertemukan konsumen primer snack ringan - anak kecil dan remaja - dengan eskalator yang dikategorikan sebagai ruang publik yang menyenangkan (playful) bagi konsumen tersebut.
Apakah inovasi harus mahal? Apakah promosi untuk meningkatkan experience harus bermodal ratusan juta-milyaran rupiah? Gambar diatas membuktikannya…

Emas.

“if you want to make a million dollars, you have to endure a million dollars’ worth of pain”
— Aditya Rian (@ARAdityarian) September 24, 2014
Gold quote. Gold!

#supermentor3: Ribuan Inspirasi dari Bibit Lokal yang Mendunia.

Terima kasih pak @dinopattidjalal yang telah membuat acara keren ini. Saya sadar hari ini anak muda butuh inspirasi, dan kita berada di tempat yang tepat untuk melakukannya, bersama-sama.

Terima kasih mbak susi susanti untuk prinsip sederhana "nggak mau kalah"-nya. Kemenangan besar berasal dari akumulasi kemenangan-kemenangan kecil, yang harus dilatih setiap hari.

Terima kasih kang @ridwankamil atas pelajaran penting, bahwa dimanapun kita berada, berikan 100% diri kita untuk mereka. Buat lompatan dan terobosan yang menggugah. Saya juga percaya, pemimpin harus "manufacturing hope", menggerakkan, menginspirasi, & memberi contoh kepada followernya.

Terima kasih kepada duo kopassus hebat yang mengajarkan bahwa kemahsyuran pasukan bukan tiba-tiba terjadi, tapi muncul dari proses panjang penempaan 'prihatin', yang dilakukan terus-menerus dan bertingkat keatas secara terukur.

Terima kasih bu Sri Mulyani yang mengajarkan, bahwa kita harus menghormati diri kita send…

Akibat buzzer

Inilah yang terjadi kalo @aniesbaswedan meretweet tweet mu.


Bayangkan bila ini terjadi pada brand. Itulah mengapa buzzer itu mahal :)