Dreams are today's answers to tomorrow's questions (Edgar Cayce) - Dream as if you'll live forever. Live as if you'll die today (James Dean) - It Nice to be Important, but More Important to be Nice (my father) - If you fail to plan, you are planning a failure (anonymous)

18 August 2014

#supermentor3: Ribuan Inspirasi dari Bibit Lokal yang Mendunia.


Terima kasih pak @dinopattidjalal yang telah membuat acara keren ini. Saya sadar hari ini anak muda butuh inspirasi, dan kita berada di tempat yang tepat untuk melakukannya, bersama-sama.

Terima kasih mbak susi susanti untuk prinsip sederhana "nggak mau kalah"-nya. Kemenangan besar berasal dari akumulasi kemenangan-kemenangan kecil, yang harus dilatih setiap hari.

Terima kasih kang @ridwankamil atas pelajaran penting, bahwa dimanapun kita berada, berikan 100% diri kita untuk mereka. Buat lompatan dan terobosan yang menggugah. Saya juga percaya, pemimpin harus "manufacturing hope", menggerakkan, menginspirasi, & memberi contoh kepada followernya.

Terima kasih kepada duo kopassus hebat yang mengajarkan bahwa kemahsyuran pasukan bukan tiba-tiba terjadi, tapi muncul dari proses panjang penempaan 'prihatin', yang dilakukan terus-menerus dan bertingkat keatas secara terukur.

Terima kasih bu Sri Mulyani yang mengajarkan, bahwa kita harus menghormati diri kita sendiri, dan menempatkannya pada letak yg terhormat. Kehormatan tidak datang tiba-tiba, tetapi muncul dalam proses sosial, dalam ujian apakah kita reliable, dapat diandalkan, dapat memberikan lebih dari yang diminta.

Bagaimana kita bisa dipercaya, kalau kita tidak percaya diri

Bagaimana kita bisa menaklukkan dunia, bila kita takut pada dunia.

Setop berkata pengaruh bangsa asing. We are the influencer now. We influence the world with our actions, decisions, and wisdoms.

Mari menjadi manusia indonesia yang berkarakter, dan berkarya untuk dunia.
Read More

08 August 2014

Akibat buzzer

Inilah yang terjadi kalo @aniesbaswedan meretweet tweet mu.


Bayangkan bila ini terjadi pada brand. Itulah mengapa buzzer itu mahal :)
Read More

One DM and, PANIC!

Gue mengidolakan beberapa orang, dan alhamdulillah kami terkoneksi di sosial media -terutama twitter. Ridwan kamil, Anies Baswedan, iwan setiawan dan terakhir Yoris Sebastian. Agak malu sih difollow mereka, tapi apa daya sang pujaan sudah berkehendak #lah :))

Masalahnya para tokoh ini suka ngagetin. Dua dari tiga diatas pernah bikin gue seneng dan kaget, lalu panik setengah mati karena nggak tau gimana jawabnya.

Dahulu kala gue nyengir-nyengir bareng @numeirama. Kita mau bikin @ideatalks dan ngajak ngobrol kang emil tentang konsepnya. Waktu itu belum jadi walikota. Tetiba dia menjawab dengan singkat dan menyebalkan :))

"Ketemuan aja yuk?"

Jreng. Panik, ketawa ngakak. Lalu bingung gimana jawabnya. Setelah itu gue bales lagi dengan hati2 (butuh berjam-jam untuk meramu kata). Sayangnya nggak dibales lagi. Mungkin dia sibuk kali ya? hehe

Nah kemudian dua hari lalu gue dikejutkan lagi sama kakak @yoris. Setelah ngucapin ulang tahun malemnya, tetiba pagi buta ada DM masuk:


Waktu itu akun Linkedin gue masih berantakan, dan itu jam 5 pagi liatnya. Panik dong! Langsung buka akun, ketik ketik sampe jam 9-an, baru kirim balesannya. Huahahaha! Gilaaa!

Ini nih akun linkedin gue yang sudah direnovasi. Ayo mampir-mampir ya :)



https://www.linkedin.com/profile/view?id=96152020&trk=nav_responsive_tab_profile

* * * 

Apa hikmahnya? 
  1. Be Super Prepared. Kita nggak pernah tau kapan dan dari siapa kesempatan akan datang, dan momen seperti ini hanya seumur hidup sekali. Bayangin dong kalo gue nggak punya akun linkedin, mau ngomong apa? Makanya, persiapkan segala potensi dirimu, narasikan menjadi sebuah 'showcase' sehingga siapapun bisa memahami track record dan karyamu, dan kesempatan menjadi sebuah kenyataan.
  2. Ada dalam komunitas yang tepat. Saya, mas yoris, kang emil, sama-sama berada pada industri kreatif. Kami terhubung karena memiliki point of interest yang sama. Maka mulai dari sekarang define interestmu, lalu bergaul lah dengan orang-orang di komunitas yang tepat.
  3. Melek Teknologi. Twitter, linkedin, bahkan waiver adalah teknologi yang dimanfaatkan para profesional untuk bergaul. Jangan ketinggalan hanya karena malas membuka akun baru. Coba, dan pelajari bagaimana teknologi bisa membantu jaringanmu :)
Hidup emang never flat kok kata agnez. Bersiaplah menghadapi pendakian-pendakian mengagetkan, yang akan membawa kita ke puncak-puncak baru.

Selamat berjejaring kawan!
Read More

06 August 2014

Prabowo dan Konsistensi 'Mencla Mencle'-nya


Saya ingin mengutip pernyataan Prabowo Subianto beberapa bulan lalu tentang satu frase (yang kini jadi) populer di media sosial. Ialah mencla-mencle. Frase khas jawa ini mengudara luas saat diucapkan calon presiden nomor urut satu sembari menabuh genderang perang pemilihan presiden bulan lalu dengan Joko Widodo. Berikut kutipannya:

"Ucapannya harus bisa dipegang. Jangan bicara A, tetapi tidak dilaksanakan. Berarti pemimpin itu tidak bisa dipercaya. Saya kira berbahaya pemimpin Indonesia yang mencla-mencle. Suatu hari bilang A, besok bilang B. Jam 02.00 tahu dan jam 03.00 tempe."
-Prabowo di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Ahad, 16 Maret 2014 

"Budaya mencla-mencle, plin-plan, budaya lain di hati lain di mulut. Tinggi gunung, seribu janji dan janji tidak ditepati. Kita tidak butuh pemimpin seperti itu,"
-Prabowo di hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (27/3).

Tentu saja rakyat terpesona. Hari ini kita disuguhkan dengan beragam ke-mencla-mencle-an pejabat publik. Mulai dari presiden yang melempem tapi galak (saat urusan personal), DPR dari partai islam tapi korupsi Al Qur'an dan haji, walikota gubenur yang berjanji besar tapi realisasi menunggu pemilu selanjutnya.

Pernyataan Prabowo menjadi angin segar bagi rakyat Indonesia akan sosok pemimpin tegas seiya sekata seperbuatan. Prabowo seakan menegaskan bahwa dirinya anti ubah pendirian, haram sentuh kemunafikan. sekali tempe, tetap tempe sampai mati.

Sayangnya, tempe sang jenderal kini berubah jadi burger. Selama pelaksanaan pilpres hingga hari ini, kita disuguhkan dengan beragam putar balik fakta, baik statement maupun tindakan sang jenderal yang tidak selaras. Mari kita bahas satu per satu:


Sumbangan Publik

Joko Widodo sejak awal kampanye menggegerkan politik indonesia, salah satunya dengan pembukaan rekening kampanye pada publik. Ia pertama kali menyatakan dalam pidato politiknya di Rakernas Nasdem, Selasa (27/5/2014), "Kita akan buka rekening dan menerima sumbangan-sumbangan dari masyarakat. Mau mengirim Rp 1.000 atau Rp 5 juta kita terima."

Pembukaan Rekening Gotong Royong tersebut menuai banyak reaksi dari kubu lawan. Sekretaris Jenderal PPP, Ahmad Yani mengatakan, "Katanya mau mensejahterakan rakyat, tapi kok malah menyengsarakan. Capres juga harus sudah kaya sehingga konstituennya tidak perlu meminta uang di jalanan. Ini perilaku penyimpangan sosial, merendahkan martabat manusia. Orang kok disuruh jadi pengemis," katanya di Rumah Polonia, Jalan Cipinang-Cempedak, Jakarta Timur, Jumat (30/5/2014).

Anggota Tim Pemenangan Prabowo - Hatta , Letjen (Purn) Suryo Prabowo, meminta masyarakat memilih capres yang memiliki nasionalisme dan kehormatan. Selain itu, dia juga meminta masyarakat memilih capres yang kaya raya. Senada, tim hukum Prabowo Hatta yang juga mantan calon gubenur Jawa Timur, Eggi Sudjana mengatakan, “Saya mengkritik dan saya yakin Prabowo juga tidak mau. Kita ini orang kaya, ngapain minta sumbangan?” kata Eggi di Jakarta, Selasa (17/6/2014).


Wasekjen Partai Keadilan Sejahtera, Mahfudz Siddiq, lebih frontal mengatakan, "Dari awal, kenapa PKS berkoalisi dengan Prabowo-Hatta, karena mereka itu tegas menyatakan tidak akan meminta-minta amunisi kepada rakyat yang masih banyak hidup dalam kesulitan ekonomi. Jika Prabowo sampai meminta-minta kepada masyarakat seperti apa yang Jokowi lakukan, lanjutnya, maka PKS akan protes dan keluar dari Koalisi Merah Putih. Sebab, perilaku meminta-minta yang dilakukan oleh calon pemimpin sangat tidak baik bagi pendidikan mental" ," kata Mahfuz, Rabu (4/6).

Namun belakangan, melalui SK Koalisi Prabowo-Hatta , No. Kep-001/Timkamnas-Relawan/VI/2014 tentang Pembentukan Komite Dana Aspirasi Indonesia Bangkit pada tanggal 10 Juni 2014, tim yang keras terhadap kebijakan ini justru membuka rekening mengikuti tim lawan. Padahal melalui statement mahfudz diatas, jelas koalisi merah putih - yang diketuai prabowo dan hatta sepakat untuk tidak membuka sumbangan. Mengapa berubah? Mengapa mencla mencle?

Sedikit catatan untuk PKS, kenapa tidak jadi keluar koalisi? Kenapa mencla-mencle?

Survey Gadungan


Prabowo dalam kunjungannya ke Puri Cikeas, Nagrak, Gunung Putri, Bogor, Rabu (9/7), sempat menyikapi hasil quick count yang telah dirilis lembaga-lembaga sigi.

Beliau mengatakan, "Ada kelompok-kelompok media melakukan rekayasa. Orangnya sedikit dibikin banyak. Sekarang anak-anak kita pinter-pinter kok. Kami mempunyai keyakinan kamilah yang mendapatkan mandat tapi  kami akan serahkan kepada Komisi Pemilihan Umum berdasarkan real count bukan quick count," ujar Prabowo.

Dalam wawancara (dalam bahasa inggris) kepada BBC, Prabowo mengatakan "Those institutions (survey yang memenangkan Jokowi) that you mentioned, they are all very partisan, they have openly supported Joko Widodo for the last may be one year. And They are actually parts of the Joko Widodo campaign supporters, so they are not completely objective, and I think they are part of this grand design to manipulate perception".

Tentu saja, siapapun bebas berbicara apapun dalam rentang waktu 9-22 Juli 2014 sebelum pengumuman KPU. Namun mari kita lihat hasilnya.


Seluruh lembaga yang memenangkan Jokowi (yang juga sudah diaudit oleh persepi) seluruhnya berada pada margin of error bila dibandingkan dengan hasil penghitungan manual KPU. Sedangkan mereka yang memenangkan prabowo justru jauh dari hasil.

Menurut saya, prabowo tidak salah. Ia benar, bahwa ada rekayasa. Ia hanya tidak mengatakan bahwa rekayasa tersebut berada di timnya :))

Lebih jauh lagi, lembaga survey yang dikontrak jauh-jauh hari oleh TV One, poltracking, akhirnya pun batal ditampilkan karena hasilnya berbeda dengan yang diinginkan tim prabowo-hatta. Hasil quick count poltracking serupa dengan hasil KPU (lihat gambar).

Lho, kenapa menuding malah justru merekayasa pak? Kenapa mencla mencle?

Intervensi Asing.

Prabowo begitu gencar menyerang kubu lawan adalah antek titipan dari bangsa asing. Saat menolak hasil pemilihan umum tanggal 22 Juli 2014, Prabowo dalam pidatonya menolak hasil pilpres karena "Ditemukannya banyak tindak pidana Pemilu yang dilakukan oleh penyelenggara dan pihak asing"

Salah satu tim sukses, Rahmawati Soekarnoputri senada mengatakan, "Delapan lembaga survei tersebut sudah terkooptasi kepentingan asing. Apabila ditelusuri maka akan jelas jaringannya ke pihak mana saja. Pihak asing bermain di dalam delapan lembaga survei ini", tudingnya di Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis, 31 Juli 2014.

Konsisten, prabowo pun berpidato di gedung MK "Kami percaya mahkamah menunjukkan kedaulatan kita adalah kedaulatan rakyat, bukan kedaulatan uang atau kedaulatan pemilik modal besar atau kedaulatan bangsa asing yang mengendalikan Indonesia. Ada laporan kepada kami, ada negara asing tertentu yang mempengaruhi walikota dan bupati kami se-Indonesia dalam pemilu. Ini sudah jelas ada campur tangan asing,"

Dahsyat betul ya permainan pihak asing. Namun apa yang terjadi justru sebaliknya. Mari kita lihat video berikut:


Video yang diunggah akun resmi Gerindra pada 1 Juni 2013, memuat pembicaraan Djojohadikusumo ( adik kandung, pendiri gerindra dan penyokong utama prabowo) pada acara USINDO Washington Special Open Forum Luncheon , 17 Juli 2013.\

Isi pembicaraannya mengejutkan. Hashim, yang kala itu merepresentasikan gerindra dan capresnya, menjelaskan bahwa prabowo adalah satu-satunya calon presiden yang lulusan amerika. Bukan hanya itu, ia juga menekankan bila prabowo menjadi presiden, maka Amerika akan menjadi "Previlledged Partner" dari Indonesia dan Gerindra. Wah kok mencla mencle ya?

Lebih buruk lagi, gembar gembor tudingan asing ternyata kembali pada dirinya. Prabowo ternyata sejak lama menggunakan konsultan asing bernama Rob Allyn. Rekam jejak allyn bisa dilihat disini. Namun ketidakpercayaan nya pada lembaga konsultan politik lokal menggambarkan beribu kata nasionalisnya hanya omong kosong.

Mencla mencle lagi ya? Kenapa ya pak?

Menerima Keputusan KPU

Terakhir, dan yang paling luar biasa, adalah ucapan dan reaksinyanya soal keputusan KPU.

Dalam sesi wawancara dengan jurnalis asing di Tugu Proklamasi, Senin (14/7/2014) lalu, ia mengatakan "Saya sudah menyampaikan 15 kali pernyataan terbuka, saya akan menghormati keputusan rakyat Indonesia. 15 kali, silakan cek. Tak sekali pun hal ini saya dengar dari Pak Joko widodo. Sekali pun saya tak mendengar sampai hari ini, bahwa ia akan menghormati kehendak rakyat sesuai yang disahkan KPU. Jadi silakan tanyakan ini padanya. Saya telah menyatakan, mereka tak sekali pun. Malah membuat pernyataan sebelum pilpres jika nomor 1 menang, berarti curang," kata Prabowo tegas dan lugas.\

Wawancara dengan BBC juga memperlihatkan prabowo berkata tegas lantang, "I think I’ve made ten or fifteen statements on national television, during the presidential debate, in every event hundreds of million people have seen this, and from my rival, not one time a statement that they will honor the decision of the Indonesian people".

Namun nyatanya? 22 Juli 2014 beberapa jam sebelum pengumuman resmi, Prabowo berpidato berapi-api seraya mengatakan, "Atas pertimbangan di atas, maka kami capres cawapres Prabowo-Hatta sebagai pengemban suara dari rakyat sesuai pasal 1,2,3 UUD 1945 akan menggunakan hak konstitusional kami yaitu menolak pelasanaan pilpres yang cacat hukum. Dengan demikian kami menarik diri dari proses yang sedang berlangsung."

Mencla mencle terbaik yang pernah saya saksikan. Total!

* * *

Sikap non-negarawan - meminjam istilah Pak anies baswedan - seperti ini jelas bukan pendidikan politik yang baik bagi negara demokrasi terbesar kedua di dunia. Politik memang urusan merebut dan mempertahankan kekuasaan, namun negarawan berpikir soal generasi mendatang, sementara nonnegarawan hanya berkutat soal pemenangan pemilu.

Kembali mengutip Pak Prabowo, kita tidak butuh pemimpin yang ucapannya tidak bisa dipercaya. Ini berbahaya bagi Indonesia. Bagaimana negara terhormat ini dipimpin oleh ia yang jam 02:00 berkata tahu, dan satu jam kemudian berkata tempe?

Atau karena itu ya, bangsa kita disebut bangsa tempe?

Salam hangat
ara


Catatan:
Saat kampanye kemarin, saya bagian dari tim sukses jokowi-jk, namun tulisan ini ditulis jauh setelah pemilu berakhir. Segala hal tanpa sumber diatas merupakan opini pribadi yang penuh subjektifitas dan bisa didiskusikan :)


Read More

23 July 2014

TedX Video: NOW-ist

My own resume on this tedtalk:

Now we all need the bottom-up innovation.
Its Democratic, chaos, hard to control, but definitely different.

Here's some principles

  1. Pull over push. You better pulling resources when you need it (just in time), rather then stocking them and control them all
  2. Learning over Education. Education is what people do to you, and Learning is what you do to yourself. What we have to know is How to LEARN, not what to learn.
  3. Compass over maps. Today we dont need a detailed plans - but a strong direction of what we want to do and where we should going.
Conclusion: STOP being prepared, stop to stock anything. What we have to focus is connect with as much as we can, always learning, fully aware, and super present.

Not a Futurist, but a NOW-IST.
Read More

29 May 2014

#BedahPemimpin Vol.2 – “Pemerintahan Efektif: Nyata atau Retorika?” by @PemimpinID

Dua kandidat siap bertarung. Masing2 memiliki gerbong. Kubu Jokowi-JK diusung 5 parpol. Kubu Prabowo-Hatta diusung 6 parpol. Kubu Jokowi-Jusuf Kalla maju dengan suara hampir 40%, sedangkan kubu Prabowo-Hatta maju dengan suara hampir 48%.

Keduanya lontarkan wacana pemerintahan yang kuat. Tapi mari kita bertanya “Bagaimana sebenarnya format t pemerintahan yg kuat?”

@PemimpinID mempersembahkan
#BEDAHPEMIMPIN Vol.2
“”Pemerintahan Efektif: Nyata atau Retorika?”

Bersama @agungbaskoro, political analyst dari Pol-Tracking.

Hari Jumat, 30 Mei 2014 di Google Hangout dan Livetweet dengan membuka www.pemimpin-id.org/bedahpemimpin atau simak diskusinya di @PemimpinID

Pastikan kamu hadir diskusi dan ikut membedah mereka!
Read More