Dreams are today's answers to tomorrow's questions (Edgar Cayce) - Dream as if you'll live forever. Live as if you'll die today (James Dean) - It Nice to be Important, but More Important to be Nice (my father) - If you fail to plan, you are planning a failure (anonymous)

23 July 2014

TedX Video: NOW-ist

My own resume on this tedtalk:

Now we all need the bottom-up innovation.
Its Democratic, chaos, hard to control, but definitely different.

Here's some principles

  1. Pull over push. You better pulling resources when you need it (just in time), rather then stocking them and control them all
  2. Learning over Education. Education is what people do to you, and Learning is what you do to yourself. What we have to know is How to LEARN, not what to learn.
  3. Compass over maps. Today we dont need a detailed plans - but a strong direction of what we want to do and where we should going.
Conclusion: STOP being prepared, stop to stock anything. What we have to focus is connect with as much as we can, always learning, fully aware, and super present.

Not a Futurist, but a NOW-IST.
Read More

29 May 2014

#BedahPemimpin Vol.2 – “Pemerintahan Efektif: Nyata atau Retorika?” by @PemimpinID

Dua kandidat siap bertarung. Masing2 memiliki gerbong. Kubu Jokowi-JK diusung 5 parpol. Kubu Prabowo-Hatta diusung 6 parpol. Kubu Jokowi-Jusuf Kalla maju dengan suara hampir 40%, sedangkan kubu Prabowo-Hatta maju dengan suara hampir 48%.

Keduanya lontarkan wacana pemerintahan yang kuat. Tapi mari kita bertanya “Bagaimana sebenarnya format t pemerintahan yg kuat?”

@PemimpinID mempersembahkan
#BEDAHPEMIMPIN Vol.2
“”Pemerintahan Efektif: Nyata atau Retorika?”

Bersama @agungbaskoro, political analyst dari Pol-Tracking.

Hari Jumat, 30 Mei 2014 di Google Hangout dan Livetweet dengan membuka www.pemimpin-id.org/bedahpemimpin atau simak diskusinya di @PemimpinID

Pastikan kamu hadir diskusi dan ikut membedah mereka!
Read More

30 April 2014

Scent Marketing: Senjata Rahasia Marketeers



Scent – atau dalam bahasa indonesia disebut dengan aroma/bebauan, lumrah digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Bebauan pada umumnya dipakai di rumah, kamar, pendingin ruangan, toilet, hingga pusat bisnis dan pertokoan. Aroma tertentu digunakan untuk menyegarkan pernafasan, menghilangkan bau, serta memberikan rasa nyaman pada penghuni atau pengunjung yang hadir.
Tapi tahukah teman-teman, bebauan ternyata merupakan senjata rahasia para marketeers yang begitu dahsyat? Saya akan mengungkapnya berdasarkan sebuah jurnal ilmiah, hanya untuk anda.
Mengapa Bebauan?
Beberapa tahun belakangan, industri bebauan tumbuh pesat di kalangan pemasar. Ada dua hal dasar yang menyebabkan bebauan menjadi atraktif bagi pemasar.
Pertama, indra penciuman merupakan indra paling dasar, paling mengakar pada mahluk hidup, dan berfungsi sebagai peringatan atas reaksi kimia. Indra penciuman didesain untuk merasakan apakah ada bahaya disekitar kita, dan sebagai alat dasar untuk bertahan hidup (Zaltman, 2003). Saat seseorang mencium suatu bebauan, reseptor bau akan memproduksi sebuah reaksi spontan secepatnya (Vlahos, 2007; Zaltman, 2003). Berdasarkan hal tersebut, Professor Pam Scholder Ellen dari Georgia State University mengatakan “Anda akan berpikir sebelum merespon dengan indra yang lain, namun dalam penciuman anda akan merespon sebelum anda berpikir”  (Vlahos, 2007). Itulah mengapa industri bebauan menarik untuk dieksplorasi bagi pemasar.
Kedua, indra penciuman dicap sebagai indra yang paling dekat dengan reaksi emosional. Wilkie (1995) mengatakan bahwa reseptor bau terkoneksi langsung dengan otak limbic, dimana emosi diproduksi. Sekitar 75% dari emosi dihasilkan dari indra penciuman (Bell and Bell, 2007). Lebih jauh, indra penciuman secara langsung memengaruhi perasaan (misalnya senang/lapar) serta tidak dapat di non-aktifkan (Vlahos, 2007; Wilkie,1995). Bebauan juga memengaruhi proses seseorang dalam belajar dan mengekspresikan diri. Diklaim tidak ada satupun indra lain yang begitu erat kaitannya dengan emosi dan proses belajar (Herz, 2002). Inilah yang membuat bebauan menjadi menarik bagi marketeer karena bau memengaruhi emosi, dan emosi memengaruhi behavior, khususnya buying and spending behavior.


Penggunaan Bebauan dalam Marketing

Bebauan digunakan dalam marketing melalui beberapa mode, diagram buatan Bradford dan Desrochers (2010) diatas menjelaskannya secara singkat.
1.       Marketeer Scent. Bebauan disertakan dengan produk sebagai gimmic. Misalnya mobil yang beraroma kulit, atau casing handphone beraroma buah. Bebauan tersebut menempel pada produk, dan menjadi taktik penjualan tersendiri.
2.       Product Scent. Dalam mode ini, bebauan justru merupakan produknya. Hal ini sedikit lumrah seperti pengharum ruangan, penyegar toilet, dan sebagainya.
3.       Ambient Scent, dimana penggunaan bebauan tidak attach di produk, tetapi berada di ruangan sekitar produk. Hal ini yang menarik untuk dieksplorasi. Terdapat dua jenis ambient scent, yaitu:
a.       Objective Ambient Scent, dimana bebauan dipakai untuk memengaruhi attitude dan behavior consumer, dan konsumen mengerti bahwa bebauan tersebut digunakan untuk hal itu. Misalnya aroma kopi vanilla pada Rotiboy, atau aroma buah pada toko souvenir.
b.      Covert Objective ambient Scent (COAS), dimana bebauan juga dipakai untuk memengaruhi attitude dan behavior consumer, tetapi konsumen tidak mengerti maksud dari bau tersebut, bahkan terkadang tidak menyadari adanya bebauan. COAS merupakan tools yang menarik, namun juga berbahaya karena bila konsumen menyadari, ia akan merasa ‘dibohongi’ dan langsung merasakan emosi negatif terhadap penjual/perusahaan. COAS juga banyak menimbulkan pro-kontra etis dalam komite etik periklanan di amerika, namun belum ada aturan khusus mengenai ini.

Manfaat Bebauan dalam bisnis dan Marketing
Beberapa fakta ilmiah mengungkapkan, bahwa bebauan memberikan manfaat yang mencengangkan dalam penjualan dan proses marketing:
1.       Sebuah studi mengungkapkan 84% orang lebih tertarik membeli sepatu, atau merasa sepatunya lebih bagus, pada ruangan yang beraroma dibandingkan yang tidak.
2.       Pada penelitian yang sama, konsumen bersedia membayar 10–15% lebih mahal saat berada pada ruangan beraroma. (Lindstrom, 2005)
3.       Di las vegas, aroma yang menyenangkan menghasilkan 45% pendapatan kasino lebih besar pada mesin koin dibandingkan tidak. (Hirsh, 1995).
4.       Aroma Citrus yang manis dapat meningkatkan penjualan retail hingga dua kali lipat, dari $55 hingga $90 per konsumen.
5.       The Scent Marketing Institute merilis aroma ‘‘leather and cedar’’ yang mampu memotivasi konsumen untuk membeli furnitur berharga mahal.
6.       Aroma ‘‘fresh baked goods’’ memberikan asosiasi positif pada konsumen dalam membeli rumah.
7.       Aroma ‘tailored floral and citrus’’ meningkatkan waktu seorang konsumen dalam melihat-lihat produk dan membeli lebih banyak
Bebauan juga digunakan untuk meningkatkan produktifitas kerja. Berikut beberapa fakta ilmiah yang menarik untuk disimak:
1.       Orang yang bekerja pada ruangan beraroma nyaman/menyenangkan memiliki self-effifacy yang tinggi, men-set goal lebih tinggi, serta cenderung memproduksi strategi yang efisien daripada mereka yang tidak beraroma (Herz, 2002).

2.       Aroma menyenangkan/nyaman membuat seseorang lebih kreatif dalam menyelesaikan masalah dibandingkan aroma yang tidak menyenangkan/nyaman (Herz, 2002).
3.       Sebuah laporan dari perusahaan besar di Jepang menyebutkan, aroma Lemon menurunkan error rate Operator sebesar 50%, bahkan hampir 80% bila diberikan aroma lavender.(Toth, 1989).
4.       Barker et al. (2003) menemukan aroma peppermint sangat berpengaruh pada kecepatan dan akurasi pekerjaan clerical (berulang), seperti mengetik dan mengingat.
5.       Pada tes proofreading, Kliauga et al. (1996) menemukan aroma lavender sangat efektif pada wanita, sedangkan aroma peppermint sangat efektif pada pria.
Masih meragukan efektifitasnya? Sebuah perusahaan penyedia bebauan bahkan menyediakan garansi uang kembali apabila janji promosi dan target tidak sesuai dengan harapannya. (Ravn, 2007).
Memanfaatkannya
Mengetahui begitu powerfulnya scent marketing dalam memengaruhi attitude dan behavior seseorang, ada baiknya kita sebagai marketeers atau bahkan pekerja bidang lain memanfaatkan hal tersebut untuk produktifitas kita masing-masing.
·         Penulis menyarankan untuk masing-masing dari kita meriset – serta mencari tahu riset yang telah ada, aroma apakah yang cocok untuk diri kita. Berikan aroma tersebut pada ruang kerja kita sehingga produktifitas bisa meningkat.
·         Jangan lupakan parfum sebagai identitas kita. Dalam bisnis maupun kehidupan sehari-hari, melihat fakta diatas tidak tertutup kemungkinan aroma juga berpengaruh pada pergaulan sehari-hari. Pilih parfum yang pleasant untuk dihirup lawan bicara, sehingga kita lebih dihargai dan diberikan attitude positif, serta menimbulkan kesan mendalam di kemudian hari.
·         Sebaliknya, jangan biarkan diri kita memiliki aroma yang tidak menyenangkan. Emosi bersifat dua arah dalam merespon rangsangan, dan bau tidak menyenangkan akan membuat emosi buruk lawan bicara atau klien kita.
Demikian, semoga bermanfaat bagi pengetahuan kita semua. Penulis berharap kita dapat memanfaatkan fakta diatas dengan optimal dan etis, pada pribadi maupun pekerjaan masing-masing.

Sumber:
Bradford, K.D., Desrochers, D.M: 2009, ‘The Use of Scents to Influence Consumers: The Sense of Using Scents to Make Cents’, Journal of Business Ethics 2009.
Read More

25 March 2014

[Press Release] Setan Gentayangan tolak ‘Setan’ jadi Dewan

Minggu, 23 Maret 2014, sekelompok setan menampakkan wujudnya di pusat lalu lintas Kota Bekasi, tepatnya di Jalan Ahmad Yani. Terlihat pocong, drakula, zombie, hingga tuyul berdemonstrasi, membawa papan bertulisan, serta membagikan flyer tuntutan pada pengendara yang lewat. Mereka juga berpawai sembari menunjukkan spanduk bertuliskan “Kami Setan Menuntut Manusia agar Tidak Memilih ‘Setan’ sebagai Dewan di Pemilu 9 April”.
Stop Pilih Setan jadi Dewan!
Stop Pilih Setan jadi Dewan!
Ternyata kelompok tersebut adalah Relawan Turun Tangan Bekasi - pendukung Anies Baswedan - yang membuat gerakan bertajuk #GENTAYANGAN. Ceritanya, para setan bangkit dari kubur karena merasa tersaingi, muncul ’setan-setan’ baru di senayan sebagai dewan. Setan baru itu lebih terkenal dan lebih berkuasa, sehingga eksistensi setan konvensional terancam.
Pernyataan Setan
Aditya Rian, salah satu inisiator acara ini, mengatakan bahwa acara ini adalah wujud kepedulian relawan Turun Tangan agar masyarakat Bekasi lebih mengenal calon wakilnya di pemilu legislatif mendatang. “#GENTAYANGAN itu awalnya wujud kepedulian kami. Pemilu sudah dekat, tapi masih banyak orang yang belum kenal calon wakilnya di parlemen,” kata Ara - sapaan akrabnya.

Ia juga menambahkan bahwa tujuan lain dari acara tersebut adalah untuk mendukung orang baik masuk ke politik. “Politik buruk karena ada banyak orang-orang tidak kompeten di dalamnya. Maka dari itu kami mengajak masyarakat Bekasi untuk memilih orang-orang baik untuk masuk ke politik,” pungkasnya.
Ada sekitar 15 peserta yang beraksi menjadi setan. Dan masing-masing di antara mereka membawa kertas karton yang bertuliskan ajakan-ajakan untuk tidak golput. Selain itu juga ada banyak relawan yang menyebar leaflet sosialisasi pemilu dan calon presiden yang mereka dukung, yaitu Anies Baswedan.

Acara ini diharapkan akan membawa efek positif dengan menyadarkan semua orang bahwa masa depan Indonesia lima tahun yang akan datang bisa ditentukan lewat pemilu. “Harapan ke depannya, semoga muncul legislator berkualitas yang paham masalah dan benar-benar mewakili kepentingan konstituennya,” tambah Aditya Rian.

Aksi ini telah diliput oleh berbagai media massa, seperti TribunNews, Radar Bekasi, yahooID, dan lainnya, baik cetak maupun online.
Liputan di Media Massa


Berikut foto-foto lengkap terkait aksi hari minggu kemarin.
Hargai Kami!
Pilih yang Berkualitas, jangan Setan!
STOP

Read More

13 March 2014

Asal Usul Voucher Discount



Kemunculan voucher dalam industri retail bukanlah hal yang mewah ataupun spesial di tengah persaingan bisnis yang makin ketat. Namun mengetahui asal usul voucher cukup menarik untuk kita ketahui. Dan siapa sangka bahwa kemunculan voucher merupakan pengembangan dari secarik kupon di tahun 1800-an. Adalah Coca Cola yang pertama kali merilis lembaran kupon komersial pada tahun 1887. Kupon itu untuk ditukar dengan sebotol sampel Coca Cola gratis. Delapan tahun kemudian, Coca Cola mengklaim bahwa produknya terjual dan dikonsumsi di setiap negara bagian di Amerika Serikat.

Kupon tersebut lahir dari pemikiran pebisnis asal Atlanta, Asa Candler. Penemuan Candler ini mengubah Coca Cola dari bisnis yang tidak diperhitungkan sebelumnya di industri minuman ringan menjadi perusahaan yang memimpin pasar. Tulisan tangannya terdapat pada kupon itu. Awalnya kupon itu menawarkan Coca Cola gratis lalu beranjak menjadi voucher diskon yang menawarkan harga murah untuk memperoleh minuman soda itu seharga 5 sen. Di antara tahun 1894 dan 1913, diperkirakan satu dari sembilan orang Amerika telah menerima Coca Cola gratis, dengan total 8,5 juta minuman.

Pada awal 1900-an, kupon berkembang menjadi voucher diskon dan mewabah menjadi strategi marketing yang terbukti bisa meningkatkan penjualan. Kehadiran voucher diskon ini  kala itu sangat membantu warga Amerika pada saat terjadi Great Depression, yang menjadi masa terkelam perekonomian Amerika Serikat dalam sejarah hidupnya. Keberadaan voucher diskon tradisional – di mana seorang kustomer harus mendatangi suatu tempat untuk memperolehnya -, semakin menyusut pada awal 1990-an. Tepatnya pada tahun 1992, tercatat 7,9 milyar program diskon dilakukan melalui kupon di Amerika Serikat. Penyusutan ini akibat keberadaan voucher diskon elektronik. Seperti kita ketahui saat ini kupon diskon elektronik sedang mengalami kepopulerannya terutama di Indonesia. Di negeri asalnya, Amerika Serikat, masa kejayaan voucher diskon elektronik terjadi pada awal tahun 2000-an.

Seperti apa masa depan voucher diskon elektronik belum bisa dipastikan. Tapi tampaknya akan mengalami titik jenuhnya juga, seiring perkembangan teknologi komunikasi terkini yang memungkinkan seorang customer membeli kebutuhannya hanya dengan scanning kode khusus yang terdapat di ponsel cerdasnya.

*Berbagai sumber
http://the-marketeers.com/archives/asal-usul-voucher-diskon.html#.UyKUGqI9Omw
Read More

05 February 2014

Kisah Memilukan Sang Proklamator di Akhir Kekuasaannya


Di momen 68 tahun kemerdekaan Indonesia ini, ingin saya bagikan sebuah kisah memilukan dari The Founding Father Soekarno pada masa-masa akhir kekuasaannya. Semua jasa dan perjuangan Soekarno seakan tidak ada nilainya jika menyimak kisah ini. Bagaimana kisahnya ? simaklah di bawah ini :
Tak lama setelah mosi tidak percaya parlemen bentukan Nasution di tahun 1967 dan MPRS menunjuk Suharto sebagai Presiden RI, Bung Karno menerima surat untuk segera meninggalkan Istana dalam waktu 2 X 24 Jam. Bung Karno tidak diberi waktu untuk menginventarisir barang-barang pribadinya. Wajah-wajah tentara yang mengusir Bung Karno tidak bersahabat lagi. “Bapak harus cepat meninggalkan Istana ini dalam waktu dua hari dari sekarang!”.Bung Karno pergi ke ruang makan dan melihat Guruh sedang membaca sesuatu di ruang itu. “Mana kakak-kakakmu” kata Bung Karno. Guruh menoleh ke arah Bapaknya dan berkata “Mereka pergi ke rumah Ibu”. Rumah Ibu yang dimaksud adalah rumah Fatmawati di Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru. Bung Karno berkata lagi “Mas Guruh, Bapak tidak boleh lagi tinggal di Istana ini lagi, kamu persiapkan barang-barangmu, jangan kamu ambil lukisan atau hal lain, itu punya negara”. Kata Bung Karno, lalu Bung Karno melangkah ke arah ruang tamu Istana disana ia mengumpulkan semua ajudan-ajudannya yang setia. Beberapa ajudannya sudah tidak kelihatan ia maklum, ajudan itu sudah ditangkapi karena diduga terlibat Gestapu. “Aku sudah tidak boleh tinggal di Istana ini lagi, kalian jangan mengambil apapun, Lukisan-lukisan itu, Souvenir dan macam-macam barang. Itu milik negara. Semua ajudan menangis saat tau Bung Karno mau pergi “Kenapa bapak tidak melawan, kenapa dari dulu bapak tidak melawan…” Salah satu ajudan separuh berteriak memprotes tindakan diam Bung Karno. “Kalian tau apa, kalau saya melawan nanti perang saudara, perang saudara itu sulit jikalau perang dengan Belanda jelas hidungnya beda dengan hidung kita. Perang dengan bangsa sendiri tidak, wajahnya sama dengan wajahmu…keluarganya sama dengan keluargamu, lebih baik saya yang robek dan hancur daripada bangsa saya harus perang saudara”. Tiba-tiba beberapa orang dari dapur berlarian saat mendengar Bung Karno mau meninggalkan Istana. “Pak kamu memang tidak ada anggaran untuk masak, tapi kami tidak enak bila bapak pergi, belum makan. Biarlah kami patungan dari uang kami untuk masak agak enak dari biasanya”. Bung Karno tertawa “Ah, sudahlah sayur lodeh basi tiga itu malah enak, kalian masak sayur lodeh saja. Aku ini perlunya apa…”
soekarno
Di hari kedua saat Bung Karno sedang membenahi baju-bajunya datang perwira suruhan Orde Baru. “Pak, Bapak harus segera meninggalkan tempat ini”. Beberapa tentara sudah memasuki ruangan tamu dan menyebar sampai ke ruang makan. Mereka juga berdiri di depan Bung Karno dengan senapan terhunus. Bung Karno segera mencari koran bekas di pojok kamar, dalam pikiran Bung Karno yang ia takutkan adalah bendera pusaka akan diambil oleh tentara. Lalu dengan cepat Bung Karno membungkus bendera pusaka dengan koran bekas, ia masukkan ke dalam kaos oblong, Bung Karno berdiri sebentar menatap tentara-tentara itu, namun beberapa perwira mendorong tubuh Bung Karno untuk keluar kamar. Sesaat ia melihat wajah Ajudannya Saelan dan Bung Karno menoleh ke arah Saelan. “Aku pergi dulu” kata Bung Karno dengan terburu-buru. “Bapak tidak berpakaian rapih dulu, Pak” Saelan separuh berteriak. Bung Karno hanya mengibaskan tangannya. Bung Karno langsung naik VW Kodok, satu-satunya mobil pribadi yang ia punya dan meminta sopir diantarkan ke Jalan Sriwijaya, rumah Ibu Fatmawati.
soekarno2
soekarno3
Di rumah Fatmawati, Bung Karno hanya duduk seharian saja di pojokan halaman, matanya kosong. Ia meminta bendera pusaka dirawat hati-hati. Bung Karno kerjanya hanya mengguntingi daun-daun di halaman. Kadang-kadang ia memegang dadanya yang sakit, ia sakit ginjal parah namun obat yang biasanya diberikan sudah tidak boleh diberikan. Sisa obat di Istana dibuangi. Suatu saat Bung Karno mengajak ajudannya yang bernama Nitri untuk jalan-jalan. Saat melihat duku, Bung Karno kepengen duku tapi dia tidak punya uang. “Aku pengen duku, …Tru, Sing Ngelah Pis, aku tidak punya uang” Nitri yang uangnya pas-pasan juga melihat ke dompetnya, ia merasa cukuplah buat beli duku sekilo. Lalu Nitri mendatangi tukang duku dan berkata “Pak Bawa dukunya ke orang yang ada di dalam mobil”. Tukang duku itu berjalan dan mendekat ke arah Bung Karno. “Mau pilih mana, Pak manis-manis nih ” sahut tukang duku dengan logat betawi kental. Bung Karno dengan tersenyum senang berkata “coba kamu cari yang enak”. Tukang Duku itu mengernyitkan dahinya, ia merasa kenal dengan suara ini. Lantas tukang duku itu berteriak “Bapak…Bapak….Bapak…Itu Bapak…Bapaak” Tukang duku malah berlarian ke arah teman-temannya di pinggir jalan” Ada Pak Karno, Ada Pak Karno….” mereka berlarian ke arah mobil VW Kodok warna putih itu dan dengan serta merta para tukang buah memberikan buah-buah pada Bung Karno. Awalnya Bung Karno tertawa senang, ia terbiasa menikmati dengan rakyatnya. Tapi keadaan berubah kontan dalam pikiran Bung Karno, ia takut rakyat yang tidak tau apa-apa ini lantas digelandang tentara gara-gara dekat dengan dirinya. “Tri, berangkat ….cepat” perintah Bung Karno dan ia melambaikan ke tangan rakyatnya yang terus menerus memanggil namanya bahkan ada yang sampai menitikkan air mata. Mereka tau pemimpinnya dalam keadaan susah.
Mengetahui bahwa Bung Karno sering keluar dari Jalan Sriwijaya, membuat beberapa perwira pro Suharto tidak suka. Tiba-tiba satu malam ada satu truk ke rumah Fatmawati dan mereka memindahkan Bung Karno ke Bogor. Di Bogor ia dirawat oleh Dokter Hewan!…
Tak lama setelah Bung Karno dipindahkan ke Bogor, datanglah Rachmawati, ia melihat ayahnya dan menangis keras-keras saat tau wajah ayahnya bengkak-bengkak dan sulit berdiri. Saat melihat Rachmawati, Bung Karno berdiri lalu terhuyung dan jatuh. Ia merangkak dan memegang kursi. Rachmawati langsung teriak menangis. Malamnya Rachmawati memohon pada Bapaknya agar pergi ke Jakarta saja dan dirawat keluarga. “Coba aku tulis surat permohonan kepada Presiden” kata Bung Karno dengan suara terbata. Dengan tangan gemetar Bung Karno menulis surat agar dirinya bisa dipindahkan ke Jakarta dan dekat dengan anak-anaknya. Rachmawati adalah puteri Bung Karno yang paling nekat. Pagi-pagi setelah mengambil surat dari bapaknya, Rachma langsung ke Cendana rumah Suharto. Di Cendana ia ditemui Bu Tien yang kaget saat melihat Rachma ada di teras rumahnya. “Lhol, Mbak Rachma ada apa?” tanya Bu Tien dengan nada kaget. Bu Tien memeluk Rachma, setelah itu Rachma bercerita tentang nasib bapaknya. Hati Bu Tien rada tersentuh dan menggemgam tangan Rachma lalu dengan menggemgam tangan Rachma bu Tien mengantarkan ke ruang kerja Pak Harto. “Lho, Mbak Rachma..ada apa?” kata Pak Harto dengan nada santun. Rachma-pun menceritakan kondisi Bapaknya yang sangat tidak terawat di Bogor. Pak Harto berpikir sejenak dan kemudian menuliskan memo yang memerintahkan anak buahnya agar Bung Karno dibawa ke Djakarta. Diputuskan Bung Karno akan dirawat di Wisma Yaso.Bung Karno lalu dibawa ke Wisma Yaso, tapi kali ini perlakuan tentara lebih keras. Bung Karno sama sekali tidak diperbolehkan keluar dari kamar. Seringkali ia dibentak bila akan melakukan sesuatu, suatu saat Bung Karno tanpa sengaja menemukan lembaran koran bekas bungkus sesuatu, koran itu langsung direbut dan ia dimarahi. Kamar Bung Karno berantakan sekali, jorok dan bau. Memang ada yang merapihkan tapi tidak serius. Dokter yang diperintahkan merawat Bung Karno, dokter Mahar Mardjono nyaris menangis karena sama sekali tidak ada obat-obatan yang bisa digunakan Bung Karno. Ia tahu obat-obatan yang ada di laci Istana sudah dibuangi atas perintah seorang Perwira Tinggi. Mahar hanya bisa memberikan Vitamin dan Royal Jelly yang sesungguhnya hanya madu biasa. Jika sulit tidur Bung Karno diberi Valium, Sukarno sama sekali tidak diberikan obat untuk meredakan sakit akibat ginjalnya tidak berfungsi.
Banyak rumor beredar di masyarakat bahwa Bung Karno hidup sengsara di Wisma Yaso, beberapa orang diketahui akan nekat membebaskan Bung Karno. Bahkan ada satu pasukan khusus KKO dikabarkan sempat menembus penjagaan Bung Karno dan berhasil masuk ke dalam kamar Bung Karno, tapi Bung Karno menolak untuk ikut karena itu berarti akan memancing perang saudara.
Pada awal tahun 1970 Bung Karno datang ke rumah Fatmawati untuk menghadiri pernikahan Rachmawati. Bung Karno yang jalan saja susah datang ke rumah isterinya itu. Wajah Bung Karno bengkak-bengkak. Ketika tau Bung Karno datang ke rumah Fatmawati, banyak orang langsung berbondong-bondong ke sana dan sesampainya di depan rumah mereka berteriak “Hidup Bung Karno….hidup Bung Karno….Hidup Bung Karno…!!!!!” Sukarno yang reflek karena ia mengenal benar gegap gempita seperti ini, ia tertawa dan melambaikan tangan, tapi dengan kasar tentara menurunkan tangan Sukarno dan menggiringnya ke dalam. Bung Karno paham dia adalah tahanan politik.
Masuk ke bulan Februari penyakit Bung Karno parah sekali ia tidak kuat berdiri, tidur saja. Tidak boleh ada orang yang bisa masuk. Ia sering berteriak kesakitan. Biasanya penderita penyakit ginjal memang akan diikuti kondisi psikis yang kacau. Ia berteriak ” Sakit….Sakit ya Allah…Sakit…” tapi tentara pengawal diam saja karena diperintahkan begitu oleh komandan. Sampai-sampai ada satu tentara yang menangis mendengar teriakan Bung Karno di depan pintu kamar. Kepentingan politik tak bisa memendung rasa kemanusiaan, dan air mata adalah bahasa paling jelas dari rasa kemanusiaan itu.
Hatta yang dilapori kondisi Bung Karno menulis surat pada Suharto dan mengecam cara merawat Sukarno. Di rumahnya Hatta duduk di beranda sambil menangis sesenggukan, ia teringat sahabatnya itu. Lalu dia bicara pada isterinya Rachmi untuk bertemu dengan Bung Karno. “Kakak tidak mungkin kesana, Bung Karno sudah jadi tahanan politik” Hatta menoleh pada isterinya dan berkata “Sukarno adalah orang terpenting dalam pikiranku, dia sahabatku, kami pernah dibesarkan dalam suasana yang sama agar negeri ini merdeka. Bila memang ada perbedaan diantara kita itu lumrah tapi aku tak tahan mendengar berita Sukarno disakiti seperti ini”. Hatta menulis surat dengan nada tegas kepada Suharto untuk bertemu Sukarno, ajaibnya surat Hatta langsung disetujui, ia diperbolehkan menjenguk Bung Karno.
Hatta datang sendirian ke kamar Bung Karno yang sudah hampir tidak sadar, tubuhnya tidak kuat menahan sakit ginjal. Bung Karno membuka matanya. Hatta terdiam dan berkata pelan “Bagaimana kabarmu, No” kata Hatta ia tercekat mata Hatta sudah basah. Bung Karno berkata pelan dan tangannya berusaha meraih lengan Hatta “Hoe gaat het met Jou?” kata Bung Karno dalam bahasa Belanda – Bagaimana pula kabarmu, Hatta – Hatta memegang lembut tangan Bung Karno dan mendekatkan wajahnya, air mata Hatta mengenai wajah Bung Karno dan Bung Karno menangis seperti anak kecil. Dua proklamator bangsa ini menangis, di sebuah kamar yang bau dan jorok, kamar yang menjadi saksi ada dua orang yang memerdekakan bangsa ini di akhir hidupnya merasa tidak bahagia, suatu hubungan yang menyesakkan dada.
 soekarno4
Tak lama setelah Hatta pulang, Bung Karno meninggal. Sama saat Proklamasi 1945 Bung Karno menunggui Hatta di kamar untuk segera membacai Proklamasi, saat kematiannya-pun Bung Karno juga seolah menunggu Hatta dulu, baru ia berangkat menemui Tuhan.
soekarno5
Mendengar kematian Bung Karno rakyat berjejer-jejer berdiri di jalan. Rakyat Indonesia dalam kondisi bingung. Banyak rumah yang isinya hanya orang menangis karena Bung Karno meninggal. Tapi tentara memerintahkan agar jangan ada rakyat yang hadir di pemakaman Bung Karno. Bung Karno ingin dikesankan sebagai pribadi yang senyap, tapi sejarah akan kenangan tidak bisa dibohongi. Rakyat tetap saja melawan untuk hadir. Hampir 5 kilometer orang antre untuk melihat jenazah Bung Karno, di pinggir jalan Gatot Subroto banyak orang berteriak menangis. Di Jawa Timur tentara yang melarang rakyat melihat jenasah Bung Karno menolak dengan hanya duduk-duduk di pinggir jalan, mereka diusiri tapi datang lagi. Tau sikap rakyat seperti itu tentara menyerah. Jutaan orang Indonesia berhamburan di jalan-jalan pada 21 Juni 1970. Hampir semua orang yang rajin menulis catatan hariannya pasti mencatat tanggal itu sebagai tanggal meninggalnya Bung Karno dengan rasa sedih. Koran-koran yang isinya hanya menjelek-jelekkan Bung Karno sontak tulisannya memuja Bung Karno.
 soekarno6
Bung Karno yang sewaktu sakit dirawat oleh dokter hewan, tidak diperlakukan dengan secara manusiawi. Mendapatkan keagungan yang luar biasa saat dia meninggal. Jutaan rakyat berjejer di pinggir jalan, mereka melambai-lambaikan tangan dan menangis. Mereka berdiri kepanasan, berdiri dengan rasa cinta bukan sebuah keterpaksaan. Dan sejarah menjadi saksi bagaimana sebuah memperlakukan orang yang kalah, walaupun orang yang kalah itu adalah orang yang memerdekakan bangsanya, orang yang menjadi alasan terbesar mengapa Indonesia harus berdiri, Tapi dia diperlakukan layaknya binatang terbuang, semoga kita tidak mengulangi kesalahan seperti ini lagi…..
Kenyataan tragis yang dialami oleh Bung karno merupakan gambaran tragis kondisi politik dan sistim alih kekuasaan di Indonesia. Bung Karno telah memberikan seluruh catatan hidupnya untuk kebangkitan Bangsa Indonesia, walau pada akhirnya di Indonesia pula Bung Karno di campakkan.

Sumber: http://history1978.wordpress.com/2013/08/19/kisah-memilukan-sang-proklamator-di-akhir-kekuasaannya/
Read More