Skip to main content

Get Out of the Model!

Pernah ke hypermart ITC Depok? Kalau belum, cobalah. Naik ke lantai 2, lalu naik eskalator dalam hypermart. Anda akan menemukan keadaan seperti ini di eskalatornya.


Sekilas nampak berantakan. Tapi coba lihat lebih dekat




What? Chiki?
Iya. Cemilan dalam kemasan (entah namanya apa). Ratusan hingga ribuan snack ditumpahkan ditengah, kiri dan kanan eskalator yang sedang berjalan. Terlihat mereka yang menggunakan eskalator excited dan mulai menyentuh berbagai merek sepanjang perjalanan. Sebagian terlihat mengambil dan langsung memakannya. 



Menurut saya ini cerdas. Sangat cerdas. Low-cost innovation untuk meningkatkan customer experience yang tepat guna. Hypermart berhasil mempertemukan konsumen primer snack ringan - anak kecil dan remaja - dengan eskalator yang dikategorikan sebagai ruang publik yang menyenangkan (playful) bagi konsumen tersebut.

Apakah inovasi harus mahal? Apakah promosi untuk meningkatkan experience harus bermodal ratusan juta-milyaran rupiah? Gambar diatas membuktikannya. Inovasi dan promosi dapat dilakukan dengan sederhana, namun tepat guna dan berdampak besar pada target-target yang ingin dituju

Kuncinya satu: Get out of the model :)

salam
aditya rian
CEO Virus Marketing
Helps Indonesian SME through marketing

NB: saya akan rutin menulis tentang inovasi marketing setiap harinya. Stay tune!

Comments

  1. Tapi dia gagal memastikan pengunjung kenal brand nya. Haha. Itu Carrefour kan? Bukan Hyppermart.

    ReplyDelete

Post a Comment

Comment adalah sebagian dari iman :D

Popular posts from this blog

Film Soekarno: Mengecewakan

Tulisan ini penuh dengan opini personal dan subjektifitas. Silakan berdiskusi. Karena saya kecewa berat dengan Film ini. Mungkin Actingnya Ario Bayu cukup baik. Mukanya sangat mirip walau perut buncitnya tidak dikecilkan terlebih dahulu. Sorot matanya sebagai Soekarno tajam, tapi layu; Terlalu sering menunduk dan menunjukkan inferioritas seorang bapak bangsa Mungkin actingnya lukman sardi, maudy Koesnaidi, Sudjiwo Tedjo, pemeran bung kecil, sangat sangat baik. Top class actor & actress. Ferry salim jelek, kaku sekali dia menjadi orang jepang. Mungkin kolosalitas film ini cukup baik. Penggambaran romusha, perlakuan pelacur di barak kamp tentara jepang, ledakan gudang minyak - yang sebenarnya tidak penting, pidato yang disambut teriakan ratusan orang, pemberontakan akibat 'salah arah kiblat', darah dan tembakan dimana-mana, penculikan rengasdengklok yang buruk, revolusi tak jadi jakarta anti klimaks. Tetapi sebagai Soekarno-ist, yang membaca pemikirannya, mendenga...

Beberapa hal 'biasa' disekeliling gw

Be rikut ini adalah beberapa hal 'biasa' di sekeliling gw, yang mungkin jadi 'luar biasa' (emang gw agak abnormal sih) :P : Ini adalah hari j um'at, 2 Oktober 2009 , tepat dimana batik resmi di keukeuh kan sebagai warisan budaya nasional. Gambar diatas adalah saat sholat jumat dilaksanakan di pertamina Hall FEUI. 85% orang pake batik semua! keren deh....sayang gw ga bisa ikutan (hiks) batik gw ada di bekasiii!!! _______________________________________________________________________________ Naaahh, kalo yang ini adalah sang pengemis-pengemis cilik di kancil alias Kantin Cikologi (nama yang agak maksa). waktu itu gw lagi dinner bareng tika dan temen lama gw rieska. Knapa gw foto mreka? Awalnya gw sempet surprise sama kedatangan mereka, coz mereka ngemis pake bahasa INGGRIS cuy! gini nih kalo ga salah kata-katanya: "Excuse me, can you give me some money for saving? i want to school..." hwahahaha, syok gw dengernya. tapi setelah diajak ngomong ...

Trade off dan Oportunity cost dalam kehidupan

Hahahahahahaa what a nice function! Sering kali kita, para lelaki, menganggap bahwa wanita itu adalah suatu masalah. yap! Ada yang bilang mereka itu banyak maunya, minta beli ini, minta jemput, minta ditelpon, diisiin pulsa, diajak malming...dan masih terlalu banyak 'tuntutan' lainnya. Wanita itu lemah, harus 24 jam dijaga nonstop! Bahkan ada tipe wanita yang overposessif, sampai2 trima sms dari temen aja harus lapor max 1x24 jam! hmm..gw jadi mikir, dan cukup flashback sama pengalaman pribadi..Ternyata emang setiap cowo mempertimbangkan semua hal untuk menggebet cewe idamannya, nggak cuma faktor intern but also extern. Disinilah muncul hukum ekonomi, "Trade Off" dan "Opportunity Cost". Nggak ada yang lo bisa borong di dunia ini(Walaupun bokap lo muntah duit) Uang bukan segalanya, karena nggak semua permasalahan di dunia ini bisa lo selesaiin dengan duit. seperti yang satu ini: MISAL: Ini surti dan ngatiyem Kita ngomongin 2 cewek diatas, Surti...